Asal-usul dan sejarah
Barossa Valley adalah kawasan anggur paling terkenal dan penting secara historis di Australia. Imigran Lutheran dari Silesia (kini Polandia/Jerman) menetap pada 1842 dan mulai menanam anggur. Ketika phylloxera menghancurkan sebagian besar kebun anggur Australia, Barossa selamat, dan akibatnya tanaman Shiraz tertua di dunia (ditanam tahun 1840-an) masih berproduksi hingga kini. Grange dari Penfolds adalah anggur yang menempatkan Barossa di peta anggur dunia.
Terroir dan iklim
Barossa Valley memiliki iklim kontinental yang hangat dan kering, musim panas yang panas dan musim dingin yang sejuk. Dasar lembah berada pada ketinggian sekitar 250 meter, tanah pasir dalam dan tanah liat menghasilkan Shiraz yang penuh dan kaya buah. Eden Valley yang bersebelahan lebih tinggi di 400–600 meter, lebih sejuk, menghasilkan Riesling dan Shiraz yang lebih elegan. Pohon anggur tua Barossa dibudidayakan kering (dry-farmed), menghasilkan hasil rendah dan konsentrasi yang mengagumkan.
Appellation utama
Barossa Valley GI (Geographical Indication) dan Eden Valley GI adalah dua kawasan utama. Kebun inti Barossa meliputi Marananga, Ebenezer, Kalimna, dan Light Pass. High Eden dalam Eden Valley menghasilkan Riesling luar biasa dari kebun tertinggi. Barossa Old Vine Charter mengklasifikasikan berdasarkan usia: 35 tahun (Old Vine), 70 tahun (Survivor Vine), 100 tahun (Centenarian Vine), dan 125 tahun (Ancestral Vine).
Anggur ikonik
- Penfolds Grange — Anggur paling terkenal Australia, Shiraz multi-kawasan
- Henschke Hill of Grace (Eden Valley) — Shiraz kebun tunggal dari tanaman 1860-an
- Torbreck RunRig (Barossa) — Mahakarya Shiraz-Viognier pohon tua
- Peter Lehmann Stonewell (Barossa) — Prototipe klasik Barossa Shiraz