Kerajaan Rosé

Provence bukan hanya produsen rosé terbesar Prancis, tetapi juga tempat kelahiran revolusi rosé global. Dengan lebih dari 3.000 jam sinar matahari per tahun, angin mistral, dan tanah kapur di pesisir Mediterania, wilayah ini menghasilkan rosé berwarna pucat, segar, dan kering sempurna yang menjadi standar rosé modern.
Rosé menyumbang hampir 90% dari total produksi, dibuat dari varietas Grenache, Cinsault, dan Mourvèdre dengan metode direct press yang hanya mengekstrak sedikit warna.
Appellation Penting
- Côtes de Provence — Terbesar, mencakup beragam terroir. Rosé cerah, berbuah, mudah diminum.
- Bandol — Permata Provence. Anggur merah dari Mourvèdre (minimal 50%) harus dimatangkan minimal 18 bulan, menghasilkan wine pekat penuh herbal liar, kulit samak, dan buah hitam.
- Cassis — Desa nelayan yang memproduksi anggur putih luar biasa, segar dengan aroma laut.
- Palette — Appellation mungil yang utamanya hanya punya Château Simone, tapi wine-nya sangat kompleks.
Mourvèdre: Jiwa Bandol
Mourvèdre adalah varietas yang membutuhkan sinar matahari lebih banyak dari varietas manapun. Bandol dengan amfiteater perbukitannya yang menghadap laut memberikan panas dan cahaya yang dibutuhkan Mourvèdre. Anggur merah Bandol terbaik mampu menua 20-30 tahun, mengembangkan aroma kompleks truffle, daging buruan, dan herbal kering.
Rosé Provence: Cara Memilih Dengan Cerdas
Cari produsen berkualitas: Domaines Ott, Château d'Esclans (Whispering Angel), Château Miraval, dan Domaine Tempier. Kisaran harga ideal antara Rp 150.000-300.000 untuk kualitas yang jauh melampaui rosé dari wilayah lain.


