Asal-usul dan sejarah
Tokaj terletak di timur laut Hongaria, merupakan kawasan produksi anggur botrytis (noble rot) tertua di dunia. Catatan pertama Tokaji Aszú berasal dari tahun 1571, 200 tahun lebih awal dari Sauternes. Raja Louis XIV menyebut Tokaj sebagai "Vinum Regum, Rex Vinorum" (Anggur para Raja, Raja para Anggur). Kualitas menurun selama era komunis, namun setelah transisi sistem 1989, investor internasional telah membantu menghidupkan kembali tradisi agung Tokaj.
Terroir dan iklim
Kawasan Tokaj terletak di pertemuan Sungai Bodrog dan Sungai Tisza, kabut pagi musim gugur menyediakan kelembapan ideal bagi perkembangan Botrytis cinerea (jamur mulia). Tanah vulkanik (rhyolite, andesite) bercampur tanah liat-loess menciptakan geologi unik yang menganugerahkan mineralitas mendalam pada anggur. Iklim kontinental dengan musim dingin yang dingin dan musim panas yang hangat, pola angin mengatur perkembangan botrytis.
Appellation utama
Kawasan anggur Tokaj mencakup 27 desa, dengan kebun terbaik diklasifikasikan sebagai Premier Cru. Tokaji Aszú adalah anggur manis dari anggur terinfeksi botrytis (buah aszú) yang ditambahkan ke anggur dasar. Konsentrasi manisnya dulu diukur dalam puttonyos (3–6), kini telah disatukan. Tokaji Essencia adalah anggur paling terkonsentrasi di dunia, hanya dari jus gravitasi alami buah aszú. Furmint kering juga semakin diakui.
Anggur ikonik
- Royal Tokaji Essencia — Puncak anggur noble rot yang sangat terkonsentrasi
- Disznókő Aszú 6 Puttonyos — Perkebunan bersejarah yang dipulihkan AXA Millésimes
- Szepsy Aszú — Pelopor renaisans Tokaj modern
- Oremus Tokaji Aszú (milik Vega Sicilia) — Mahakarya Hongaria dari investasi Spanyol