Asal-usul dan sejarah
Pinotage diciptakan pada tahun 1925 oleh Profesor Abraham Izak Perold di Universitas Stellenbosch, Afrika Selatan, sebagai persilangan antara Pinot Noir dan Cinsault (saat itu disebut Hermitage). Varietas ini sepenuhnya merupakan produk Afrika Selatan dan telah menjadi simbol nasional. Awalnya dikritik karena aroma asap dan karet, teknik vinifikasi modern telah mengubah Pinotage menjadi varietas yang dihormati secara internasional.
Wilayah penanaman
Stellenbosch adalah pusat utama Pinotage dengan pohon anggur tua di lereng gunung. Swartland menghasilkan gaya yang kuat dan intens dengan aroma liar. Paarl dan Wellington juga memproduksi Pinotage berkualitas tinggi. Di luar Afrika Selatan, penanaman kecil ada di Zimbabwe, Brasil, dan Selandia Baru, tetapi Afrika Selatan menyumbang lebih dari 98% produksi global.
Karakteristik wine
Pinotage menghasilkan wine dengan warna merah ruby dalam hingga violet. Hidung khas dengan buah beri hitam (murbei, blackberry), plum, asap, bacon, kopi, dan cokelat. Gaya modern mengurangi aroma asap dan berfokus pada buah matang dan rempah-rempah. Tanin moderat hingga kokoh, keasaman segar, dan akhiran hangat. Beberapa produsen menciptakan gaya "Coffee Pinotage" dengan pemanggangan ringan.
Padanan kuliner
Pinotage adalah pendamping ideal untuk braai (barbekyu) Afrika Selatan — boerewors, sosaties, dan biltong. Daging asap, iga BBQ, dan burger gourmet cocok dengan sangat baik. Semur kaya seperti bobotie dan potjiekos juga merupakan kombinasi yang fantastis. Gouda matang dan cheddar asap melengkapi nada asap khas wine.
Wine terkemuka
- Kanonkop Pinotage (Stellenbosch) — standar Pinotage premium dengan kompleksitas luar biasa
- Beyerskloof Diesel Pinotage (Stellenbosch) — cult wine ikonik Afrika Selatan
- Rijks Private Cellar Pinotage (Tulbagh) — elegan, seimbang, dengan kedalaman yang mengesankan